Showing posts with label ESAI. Show all posts
Showing posts with label ESAI. Show all posts
Sunday, 6 January 2013
Thursday, 28 June 2012
Parade Negeri Korupsi
Tulisan (Seri Parade Ketiga) terbit di Koran Wawasan edisi 5 Juni 2012
Negeri itu sebenarnya kaya dengan sumber daya alam dan manusia. Namun bernasib tragis, karena kekayaan hanya dinikmati segelintir kelompokyang terang-terangan korupsi dengan siasat hitam yang apik. Di negeri itu korupsi sudah menjadi budaya. Ini sejalan dengan hasil analisisbanyak profesor, pakar, analis yang dielaborasi dalam artikel, karya ilmiah, buku dan jurnal. Selain itu, media massa di sana mulai dariyang visual, audio, hingga audio-visual (koran, radio, dan televisi) juga selalu menayangkan laku korup sebagai berita paling depan (hotnews). Wajar saja korupsi amat menggema dalam pikiran bangsa itu,karena kabar dan lakonannya sudah menjadi konsumsi sehari-hari. Secara sederhana, bisa dikonklusikan bila kesemuanya mendedahkan fakta dan fenomena paling populer seantero negeri ini, tak lain adalah korupsi.
Kabar terakhir memberitakan kelanjutan kasus ‘Wisma Atlet’ yangmenjaring para petinggi partai penguasa. Selain, kelanjutan skandalpajak yang terus menggurita menjadi fenomena gunung es. Ada juga,kasus mafia hukum yang mengorupsi hukuman dengan terima suap. Danditutup dengan emosi kekecewaan dan kegalauan dari pemerhati korupsiyang membuncah, diwujudkan dengan pembacokan salah seorang hakim terpidana yang korup. Ini juga sebagai peringatan bagi para koruptor,agar selalu waspada dan hati-hati, karena bangsa yang emosi dan terus dipermainkan hukum, tak segan menghukum sendiri dengan kekerasan. Barangkali pembaca (bangsa negeri korupsi) menjadikannya sebagai parade negeri korupsi pula.
Subscribe to:
Posts (Atom)
